Selama ini saya menyadari, hidup di keluarga yang banyak introvertnya akan berpengaruh terhadap kepribadian saya juga. Ketika sudah mengenal psikologi dan tetek bengek psikotes jadi semakin paham kalau teman-teman saya pun kebanyakan introvert. Rasanya, hmm, ternyata mirip ya, pantesan kok nyambung gitu ngobrolnya. Sama-sama lebih suka ngobrol dengan suara pelan dan face to face , nggak rame-rame. Hobinya pun sama, lebih banyak ndekem di satu tempat yang sepi dan nggak banyak orang, seperti di rumah. Saya berpikir, saya butuh cara untuk mengisi makna hidup supaya lebih berwarna dan berguna. Saya harus belajar berbicara di depan orang banyak dimana saya selalu merasa tertekan dan cemas. Sebab, itu adalah tantangan yang akan membuka kesempatan saya bertemu dengan orang banyak dan mengambil peran lebih banyak. Saya berusaha keluar dari zona nyaman dengan bergaul lebih luas lagi. Lebih tepatnya, saya memutuskan untuk bergabung di organisasi dan komunitas. Sangat tidak nyaman ketika haru...
Comments
Post a Comment