Posts

Showing posts with the label #Tantangan10hari

Short Review: Eating Clean

Image
Buku yang ditulis oleh Inge Tumiwa ini cukup menarik, simpel dan related dengan kebutuhan saat ini. Saya yang mulai menyadari usia biologis tubuh jadi pingin hidup lebih berkesadaran. Tidak bisa sembarangan lagi dalam mengkonsumsi makanan. Mulai membaca-baca lagi tentang gizi yang diperlukan tubuh juga menurunkan keinginan jajan yang berlebihan. Penyampaiannya cukup sistematis, dimulai dari ragamnya makanan yang dikonsumsi manusia hingga apa sebenarnya yang manusia butuhkan untuk memenuhi gizi di dalam tubuh. Kalau kita pikir lagi, mungkin memang kebanyakan dari kita makan hanya untuk memuaskan nafsu lidah yang ingin merasakan ini itu. Padahal justru kesenangan yang sementara itu menyimpan bahaya. Lagi-lagi saya merasa tertohok dengan keinginan manusia untuk mengolah makanan menjadi berupa-rupa, enak dan praktis. Oh iya, tidak lupa, instagrammable. Hahaha. Jadinya ya kadang kita langsung beli saja berbagai makanan cepat saji dan yang instan lainnya tanpa berpikir lagi soal keseha...

Reading Tracker

Image
Akhirnya saya membuat reading tracker juga. Hahaha seperti biasa, segala yang pertama kali selalu bikin exciting. Cukup sederhana karena saya tidak ingin yang terlalu ribet saat menggunakannya. Reading tracker ini bisa buat membaca buku yang cukup tebal meskipun tidak disarankan kalau masih ngos-ngosan cari waktu buat membacanya. Lebih baik cari buku yang agak tipis tetapi bisa menambah value yang dibutuhkan saat ini.

Spirit Membaca

Rencananya saya membuat reader tracker untuk setidaknya membuatku sedikit insecure apabila belum membaca hari itu. Yah, walaupun beberapa hal telah kulakukan untuk mengembalikan semangat membacaku yang kadang surut seperti dengan membeli buku baru *yeah, i know, sundoku* dan juga meletakkan buku dimana-mana. Sebab, sebenarnya saya sangat senang bisa membaca dan mengetahui hal-hal baru. Mungkin keinginan dan niat baik saja tidak cukup. Jadi, saya mencoba untuk membuat strategi yang lebih ciamik dalam mengontrol diri untuk berbuat baik lebih banyak, salah satunya ya membaca. Seharusnya saya selalu excited, sangat menanti-nanti dan tidak pernah puas membaca buku. Tetapi ada saat dimana ketika ditarget saya malah jadi bosan, malas, dan sebagainya. Ada apa ini? Saya adalah penyuka buku non-fiksi sejak saya kecil. Saya tidak terlalu suka cerita fiksi sampai pada akhirnya saya bertemu dengan Laskar Pelangi. Oh, ya. Saya ingat pertama kali saya puas membaca fiksi pertama kali saat saya mas...

Three: Visual yang Memukau

Sebagai manusia milenial, saya merasa tidak bisa lepas dari pengaruh gadget dalam belajar. Saya suka mengikuti tutorial membuat sesuatu misalnya, saat saya merajut dari video di YouTube. Gambarnya jelas dan pastinya bisa di-pause sejenak dan kemudahan untuk mencari tutorial yang paling simpel dan mudah diikuti. Ketika saya menyiapkan ujian SNMPTN Tulis pun saya masih menggunakan video selain membaca buku seperti biasa. Zenius waktu itu tidak begitu populer, tetapi saya beruntung punya saudara sepupu yang cukup mampu membeli koleksi CD pembelajaran Zenius. Padahal mahal banget ituu :' Nah, sebenarnya yang paling penting buat saya ketika belajar menggunakan media digital adalah visualnya yang oke. Tampilan yang ruwet bisa banget mempengaruhi mood saya belajar. Makanya saya suka bersih2 folder, desktop dari hal-hal yang tidak berguna atau mengganggu pemandangan. Lalu saya juga lebih suka melihat warna-warna yang lembut ataupun monokrom supaya lebih fokus pada apa yang dipelajari. ...

Two: Mengenali Gaya Belajar

Kalau saya di kelas, hal yang membuat saya tidak mengantuk adalah diskusi yang hidup dan demonstrasi suatu materi. Intinya sih selama masih interaktif alias saya terlibat di dalamnya, saya suka. Biasanya kalau sudah begitu, saya jadi teringat terus materinya. Jadi bisa dibilang saya kombinasi antara ketiga gaya belajar: visual, audio, kinestetik. Hanya saja, pola pendidikan yang saya terima selama ini memang lebih ke audio, dimana kita lebih banyak mendengarkan apa yang dikatakan guru, menjawab pertanyaan, membacakan sesuatu di depan kelas dan ya, menghapal materi. Pola pendidikan masa lampau saya rasakan ketika sekolah dasar hingga kuliah. Tetapi saya hanya dapat mengingat kurang dari 30% materi yang pernah diajarkan TT Saya rasa hal ini terjadi karena saya tidak bisa merasakan emosi dan tidak menemukan makna dari apa yang saya pelajari. Jadi hmm kemungkinan sih saya perlu menelisik lebih jauh gaya belajar yang cocok dengan saya meskipun tidak untuk semua konteks pembelajaran.

One: Improve Everyday

Saat belajar, yang ada di pikiran saya selama ini adalah bagaimana bisa menyelesaikan suatu persoalan dengan benar. Dalam beberapa kali kesempatan belajar, saya cenderung memaksakan diri untuk menguasai materi sekaligus dan lupa hakikat belajar yang sesungguhnya. Belum lagi saya tidak mengenal lebih dalam gaya belajar saya sendiri. Sampai pada akhirnya saya disadarkan bahwa belajar itu bukan menjadi orang yang selalu benar dan tidak pernah salah. Justru ketika kita salah, maka kita jadi banyak belajar tidak salah. We learn to improve ourself everyday.