Posts

Showing posts with the label #day1

Hari 1: Morning Routine

Kali pertama saya menyadari saya ini nggak begitu mandiri dalam menginisiasi sesuatu. Saya seringkali mengamati dulu reaksi orang-orang di sekitar saya. Kalau mereka tidak berminat sementara saya bisa melakukannya barulah saya lakukan.. Yha emang kesuwen pol :)) Nah barangkali ya memang mungkin itulah yang saya harus atasi sendiri. Terkadang saya sibuk menanggapi pikiran saya yang kadang takut-takut nggak jelas. Akhirnya, saya jadi batal melakukan sesuatu atau mungkin telat melakukannya. Kali ini saya mencoba untuk mengawali hal-hal yang mungkin sebelumnya harus disuruh atau didorong oleh orang lain. Mencoba membangun motivasi dalam diri bahwa memutuskan sendiri dan legowo menerima hasil apapun yang ada itu baik. Agar saya tidak menyesal ke depannya. Bukankah menyesal karena melakukan sesuatu yang baik tapi hasilnya ga maksimal lebih baik daripada tidak melakukannya sama sekali? Tadi pagi misalnya, mulai mengaktifkan diri bangun tahajud langsung lanjut subuhan jama'ah sama ...

Memulai Kreativitas

Sudah lama saya merasa jauh dari kreasi-kreasi. Rasanya seperti menjalani saja yang sudah ada. Tidak ada hal yang menggugah saya untuk kembali membuat sesuatu. Kesempatan ini mungkin memang datang tepat pada waktunya. Kemarin, teman saya memberikan hadiah berupa benang rajut dan hakpen. Padahal saya udah lupa semua tuh cara membuat rajutan :') Hehehe sebenarnya tantangan kali ini lebih daripada membuat prakarya. Tantangan yang dihadapi keluarga untuk membuat bonding yang lebih rekat. Hmm, kira-kira apa ya yang bisa dilakukan? Saya mencoba membaca-baca buku lagi untuk membiasakan diri mencari inspirasi dari sumber yang positif dan jelas (no hoax) bukan sekadar opini. Saya juga belajar lagi memahami hikmah dari kisah-kisah yang nyata maupun fiksi untuk menajamkan kembali kepekaan berbahasa. Sampai pada akhirnya saya menemukan bahwa kita (saya kali ya) harus belajar lagi untuk mengelola pikiran-pikiran positif untuk menangkal virus-virus bisikan negatif yang destruktif. Saya men...

Games 3: Family Project

Brainstorming Ide Mengumpulkan gagasan yang sekiranya menarik untuk dijadikan fampro ini cukup menantang. Apalagi tidak terbiasa melakukan kegiatan bersama yang unik dan bertemakan sesuatu yang tujuannya besar. Biasanya keluarga kami cenderung melakukannya biasa saja (tidak ada embel-embel project atau apa yang keliatan keren gitu --a haha). Yang penting nanti apa yang dikerjakan cepat selesai dan beres. Nah ternyata ada banyak hal yang dilewatkan kalau prosesnya tak dinikmati seperti itu. Kali ini, tantangannya adalah mengerjakan setiap project dengan maksud untuk menjalani prosesnya dan merasakan setiap naik-turunnya, pasang-surutnya. Tidak mudah karena belum terbiasa. Tapi selalu ada jalan untuk membuatnya jadi lebih mudah dari apa yang dibayangkan. Mencoba untuk berpikir positif bahwa tidak ada yang sia-sia dari sebuah proses belajar. Beberapa ide yang sudah terpikir untuk dijalankan adalah merapikan lagi jurnal harian atau log-book yang berisi hal-hal yang disyukuri dan dipe...

Berteman dan Bertahan = Hidup

Image
Sebagai manusia yang senantiasa bertanya dan mempertanyakan sesuatu, saya terus mencari jawaban. Kenapa kita butuh teman? Bagaimana cara menemani orang lain? Apa syarat menjadi teman? Atau.... tidak butuh syarat sama sekali? Me, as one of the old souls, always remember one thing. We struggle everyday for life. Then, we need somethings to do that. Like survival kit. Friend is one of them. They are kind of support system of life when the family is faraway. They can be our reflections, our sparring partners, or another home just to make us comfortable and not feeling alone. Saya mulai memahami bahwa tidak semua orang bisa disebut teman sejak saya mengenal ruang publik dan privasi. Manusia mulai mengklasifikasi  hubungan tak sedarah dengan sebutan kenalan, teman, sahabat, pasangan, musuh, dan sebagainya. Klasifikasi itu bergantung posisi orang lain terhadapnya: apakah di lingkaran terluar, terluar kedua, sampai yang paling dekat dengannya. Semakin ke dalam, semakin intim hubunganny...

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif: Hari 1

Alhamdulillaah..... Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu mendengar doa-doa hamba-Nya.. Terutama yang sedang bingung dan senantiasa memohon petunjuk-Nya. Ketika saya sempat bimbang antara melanjutkan kelas IIP atau tidak di jenjang Bunda Sayang (karena predikat singlelillah kadang membuat maju mundur belajar materi ginian, mana belum jadi bunda2 --"), akhirnya Allah memantapkan hati saya. Bismillaah, niatnya buat belajar entah terpakai atau tidak nantinya, Lillaahi Ta'ala. Materi pertama langsung menohok saya: membahas tentang komunikasi produktif. Ya Allah, ini kelemahan saya bangets. Terkadang saya masih suka sembunyi dan mengelak dari konflik yang berhubungan dengan hal ini karena terjebak di zona nyaman di dunia saya sendiri. Saya paling nggak suka ribut sama orang dan interaksi lisan juga jarang kecuali kalau ada perlu atau terpaksa. Masih sering miskomunikasi juga. Parah banget ya kayaknya. Tapi saya sendiri terlihat begitu tenang bagi orang lain, ramah dan senang men...