Posts

Showing posts with the label #tantangan10 hari

Hari 6: Beberes

Saya suka banget kamar yang rapi, bawaannya hepi dan berpikir jadi lebih lancar. Sepertinya keyakinan seperti ini sudah mengalir dari Bapak dan Ibu hingga kakak dan adik saya. Saking suka rapinya, ibu saya kalau menjemur baju, arah gantungannya harus sama plek, ke kiri ya ke kiri semua. Handuk sudah ada kepemilikan berdasarkan warnanya. Gelas untuk minum masing-masing pun sudah ditata setiap pagi dan dipakai bolak-balik sampai paginya lagi. Terus jaman dulu banget, setiap buku di rumah ada nomornya. Ngeri kali lah kalau dibayangin. Tetapi sekarang nggak begitu banget sih. Udah lebih longgar prinsipnya. Nah, setelah saya mengenal seni beberes rumah, saya jadi lebih suka beberes buku dan kertas-kertas. Terasa sekali bahwa buku saya itu kebanyakan :( Terus juga belum ada kategori buku yang memudahkan untuk membaca. Apalagi hobi saya membaca buku itu tidak sampai habis sudah ganti buku yang lain lagi. Akhirnya, saya coba bagi dua kategori buku saja, buku yang sering atau lagi dibaca...

Hari 3: Shopper

Saya itu sesungguhnya tidak suka belanja. Kalau ke mall sukanya makan sama nonton aja, tapi kalau belanja baju.. Waduh, langsung refleks kaki pegel2. Tapi kalau belanja buku sih beda lagi.. hehe Nah, kali kemarin saya akhirnya nyoba untuk go green sekalian belanja buah-buahan buat stok di rumah. Deket sih tempatnya, di sebelahnya pecel Tulungagung (manatuuh haha) Pokoknya lebih deket daripada jalan dari Jank-jank ke gedung fakultas. Tapi mungkin agak keburu jadilah naik sepeda motor berbekal tas bekas goodie bag wisuda. Sampai di sana, saya beli pecel dulu dong ya buat sarapan dilanjut beli buahnya. Pas lagi liat-liat buah, disapa dong sama Bapaknya yang jual, "wah, ibu mana?" pasti nanyain Ibu karena yang biasa belanja Ibu. "oh lagi di rumah lagi masak.." dijawab aja asal cepet belanjanya. Terus udah sat-set milih buah, eh ngantri dong bayarnya di Ibu penjual yang ada di dalam toko. Hmm... hmm nunggu agak lama, *hmm.. hmm x 1 jam udah kayak Nisa Sabyan Ya ud...

Hari 2: Tea time

Sudah jadi kebiasaan di keluarga, setiap pagi selalu minum teh dulu bahkan sebelum makan. Jadi, ritual setelah bangun, subuhan dan lain-lain adalah bikin teh. Biasanya sih ibu yang bikin karena saya masih pingin lanjutin ngaji dulu baru keluar kamar. Nah kemarin, dicoba atur waktunya supaya bisa duluan bikin teh. Yah mungkin keliatannya cuman gitu doang sih.. tapi gapapa lah ya lumayan. Saya udah mulai berdamai dengan ekspektasi supaya nggak 'ndakik2.' Nah setelah itu, ternyata emang bener apa kata iklan teh yang lagi pailit itu, enaknya ngobrol sambil ngeteh. Kami pun segera menghabiskan teh dan dilanjut sarapan sambil nonton TV. *katanya ga boleh tapi ya apa boleh buat lah ya, ibuku ga tahan hidup tanpa TV --" Mungkin cuman bentar banget waktu pagi itu, tetapi berarti banget karena kami mulai merasa waktu untuk mengobrol semakin sedikit. Entah kenapa makin kesini makin pada sibuk semua.... *melankoli Yah begitulah hari kedua. Semoga esoknya lebih baik :)

Kreatif dalam Syukur

Selama ini kita mungkin sudah terbiasa dengan program yang membuat kita menjalani rutinitas yang biasa. Sampai akhirnya pada satu titik merasa jenuh. Berarti sudah waktunya untuk mencoba cara baru, sudut pandang baru atau yang berbeda dari biasanya. Setelah melakukan ativitas rutin scrolling Instagram (membunuh waktu yang sangat tidak efektif :( ) saya memutuskan untuk mencoba merutinkan jurnal syukur yang dulu sempat menjadi tugas seminar. Awalnya saya abaikan begitu saja karena tidak yakin akan membuat saya berubah. Tapi akhirnya setelah membaca kisah-kisah heroik orang-orang yang mengalahkan 'dirinya' sendiri, saya akhirnya mau juga. Saya coba dengan hal yang sederhana seperti memikirkan apa yang membuat saya masih survive saat ini, atau hal positif apa yang terjadi di hari ini. Saya coba lagi dengan cara lain, menanyakan kepada orang lain apa yang membuat mereka senang atau bersyukur. Ternyata itu juga efektif menularkan rasa syukur kepada saya. Rasanya jadi ikut bahagi...

Tantangan Kemandirian: 5 for 1 update

Menjalankan misi 5 for 1 ini cukup menggelisahkan awalnya karena banyak distraksi yang harus dihindari. Masalah ketergantungan yang tinggi terhadap gadget juga cukup memberikan andil pada berjalannya misi ini. Niat yang kuat dibutuhkan untuk membuat tantangan selama minimal 10 hari tetap berjalan lancar sesuai keinginan. Target minimalnya adalah mampu mengurangi kadar interaksi terhadap gawai dan menambah kualitas serta kuantitas proses pengerjaan hal-hal yang produktif. Tujuannya, tentu saja untuk membangun habituasi alias kebiasaan positif. Awal pelaksanaan misi, saya masih gagal fokus dan masih saja secara otomatis membuka gawai untuk melihat notifikasi. Saya jadi agak kaget mengingat misi yang sedang dijalannkan. Hal itu membuat saya maklum dengan beberapa 'kelepasan' yang terjadi. Selanjutnya, saya coba untuk menguninstall beberapa aplikasi yang memberatkan gawai dan badan saya agar tidak semakin betah duduk dan mengakses gawai. Alhamdulillah saya tidak punya banyak ak...

Tantangan Kemandirian: 5 Minutes for 1 Hour

Dimulai dari menemukan tujuan awal untuk apa tantangan ini dilakukan.. Saya sendiri merasa sangat kurang mandiri dalam hal manajemen waktu dan penggunaan barang, terutama gawai. Ternyata tanpa sadar saya masuk ke dalam golongan orang-orang nomophobia . *lebay sih, tapi ternyata ada sedikit kecemasan saat tidak bisa menjangkau handphone ataupun mendengar notifikasi masuk. So I'm screwed now. Ewh . Nah, mulai pekan ini saya akan mencoba untuk menerapkan teknik 5 minutes for 1 hour untuk penggunaan HP. Kenapa nggak memakai teknik cut off sekalian? karena banyak yang perlu diurus di sana, mulai dari urusan keluarga, kuliah, marketing , meet up , dan lainnya terutama di aplikasi whatsapp dan e-mail. Lalu kenapa tidak sekalian 2 jam misalnya dalam sehari, kan sama aja tuh? Nah, karena judulnya tantangan kemandirian dalam hal manajemen waktu, saya mencoba untuk mengatur daripada memangkas waktunya sekaligus. Apapun yang terjadi saya harus fokus mengerjakan apapun dalam satu jam sec...

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif: Hari 1

Alhamdulillaah..... Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu mendengar doa-doa hamba-Nya.. Terutama yang sedang bingung dan senantiasa memohon petunjuk-Nya. Ketika saya sempat bimbang antara melanjutkan kelas IIP atau tidak di jenjang Bunda Sayang (karena predikat singlelillah kadang membuat maju mundur belajar materi ginian, mana belum jadi bunda2 --"), akhirnya Allah memantapkan hati saya. Bismillaah, niatnya buat belajar entah terpakai atau tidak nantinya, Lillaahi Ta'ala. Materi pertama langsung menohok saya: membahas tentang komunikasi produktif. Ya Allah, ini kelemahan saya bangets. Terkadang saya masih suka sembunyi dan mengelak dari konflik yang berhubungan dengan hal ini karena terjebak di zona nyaman di dunia saya sendiri. Saya paling nggak suka ribut sama orang dan interaksi lisan juga jarang kecuali kalau ada perlu atau terpaksa. Masih sering miskomunikasi juga. Parah banget ya kayaknya. Tapi saya sendiri terlihat begitu tenang bagi orang lain, ramah dan senang men...