Posts

Showing posts with the label For Things To Change I Must Change First

Dongeng vs Kisah Nyata

Hahaha berani banget kamu mau bahas itu Meutiaaaaaa :/ Ah ndak juga, sih. Aku cuman ingin memberikan sikapku terhadap dua cerita yang selalu ada dalam hidupku. Cerita nyata dan cerita imajinasi telah mewarnai hidupku hingga saat ini. Tidak ada yang patut dipersalahkan. Semua bisa membawa nilai kebaikan asalkan dengan tidak menyalahkan satu sama lain. Aku capek lihat dan dengarnya :( Padahal, apa salahnya membawa imajinasi anak-anak ke dalam penyampaian nilai kebaikan? Apa salahnya menceritakan sejarah dan seluk beluknya kepada anak-anak yang antusias? Bukankah kita sedang mengajarkan sebuah nilai yang mulia? Tentang toleransi, hidup damai, dan kemuliaan. Kenapa tidak bergandengan tangan? Yah begitulah. Semoga nanti ada pencerahan. Pada akhirnya semua harus melakukan refleksi atas nilai yang sedang diperjuangkan.

Bacaan Bapakku Jadi Profesiku

Apa hayo? Hahaha iya, psikologi. Bapakku dulu susah cari temen dan adaptasi dengan tempat kerja yang baru. Habis gitu, beliau dapat petunjuk untuk membeli buku-buku psikologi tentang pengembangan diri gitu. Yah pasti semua kenal lah ya nama Maxwell, Corey, dan sebagainya. Demi mewujudkan keluarga harmonis dan anak-anak yang tumbuh sehat, Bapakku juga belajar dari majalah langganan berjudul Ayah Bunda. Yang kuingat, ada isi bonusnya, komik atau cerita buat anak-anak, ya buat aku :)) Kakakku tidak terlalu suka membaca cerita anak itu, mungkin karena sudah besar saat itu. Yang pasti, saya jadi suka membaca komik dan buku cerita anak. Haha skip. Jadi bapakku itu sampai bener-bener belajar tentang psikologi, terbukti dari bukunya yang ada coret-coretannya. Nah, malu ga tuh aku kalau ga sampai gitu belajarnya :( Sekarang sih aku masih tertarik membaca apa yang dibaca bapakku, meski lebih seringnya dipaksain buat baca juga sama bapakku :)) It's okay. Emang akunya sok ga mau pad...

Kutipan Buku

Siapa coba yang ga pernah mengutip kata-kata keren dari buku? Hal yang menyenangkan dari membaca buku adalah ketika kita menemukan kata-kata yang kita banget. Related dengan hidup kita. Magic words. Begitu menohok hingga ke relung hati. seperti kata seorang tokoh muslimah yang menohokku saat ini: Why do we get hopeless and give up? Often it is for one simple reason: because we are harder on ourselves than God is on us. Yasmin Mogahed kata-kata sederhana bahkan bikin kita baper karena tepat sekali dengan kondisi hati kita yang memerlukan oase di tengah kegersangan jiwa. Dulu sekali, saya suka menuliskan kutipan kata baik dari buku maupun orang lain yang bicara secara langsung untuk menambah koleksi semangat saya di kala futur. Sampai akhirnya saya tersibukkan oleh kegiatan lain yang lebih 'sosial' dan menuntut untuk dikerjakan. Haha *classic Yap, kutipan kadang terasa membosankan, bahkan menyakitkan. Bergantung kondisi hati kita saat itu. Tetapi yang jelas, ...

List Buku Favoritku

Cara cepat meningkatkan semangat membaca adalah membuat daftar judul buku yang paling disenangi :D Nah ini dia buku-buku favoritkuu: Karena susah memilih antara fiksi dan nonfiksi, jadi dua-duanya sajalah ahaha 1. Laskar Pelangi 2. Negeri 5 Menara 3. Edensor 4. Madre 5. Api Tauhid 1. Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan 2. Eating Clean 3. Lapis-lapis Keberkahan 4. Happy Little Soul 5. Happiness Project intinya aku suka yang hepi-hepi :D

Membaca Cepat

Saya punya kebiasaan membaca beberapa buku dalam rentang waktu tertentu. Jadi, kalau ditanya sudah selesai baca berapa buku itu malah kesulitan menjawabnya XD Saya pernah mencoba fokus membaca satu buku dalam satu waktu. Rasanya seperti dipaksa... Nggak enak banget. Padahal seharusnya membaca buku itu nikmat abis. Tapi rasa-rasanya pendidikan literasi sekarang cenderung maksain ngabisin buku gitu ga sih.. Jadi sedih :( Dulu banget pas masuk Ind*sat School of Public Speaking, saya bikin materi tentang membaca. Sok sokan ceritanya bisa baca cepet dan efektif. Padahal ya ndak mesti cepet sih, kalau bacaan fiksi, biasanya sambil membayangkan dan kalau perlu diulang lagi tuh bacaannya biar lebih meresap (Lol). Lalu saya berpikir, perlukah membaca cepat? Kalau dijawab langsung sih nggak seru ya. Hehe Saya mencoba lagi bereksperimen dengan diri saya sendiri supaya lebih cinta dengan buku bacaan. Supaya lebih memaknai proses belajar dari media membaca. Sampai pada akhirnya saya membiarka...

Hari ke-12: Blink!

Image
  Sebuah judul buku yang unik. Tentang proses yang mengalami perubahan fantastis. Membuat orang dengan sekejap mata dapat terpana. Sebab, betapa canggihnya, bahasa kekinian yang mewakili tentang kecepatan dan kehebatan.

hari ke-11: Mencari Esensi

Merayakan sesuatu jadi terasa penting abad ini. Semula mungkin memang ada pencapaian yang perlu disyukuri dengan berbagi kebahagiaan, tetapi agaknya semakin ke sini semakin ritual semata. Seperti yang sedang ramai dikunjungi netizen, galeri instagram. Bergantian bagai musim, perayaan demi perayaan digambarkan dalam kotak-kotak foto. Ada yang memilih untuk mengabadikan momen perayaan dengan mengunggah wajah bahagia dengan bunga di tangan dan di samping teman-teman seraya berpelukan, sambil diberi kutipan sebagai captionnya. Dilengkapi dengan video dan gaya foto bumerang. Ada pula yang menata hadiah sedemikian rupa hingga di foto terlihat betapa banyak yang begitu ingin ikut berbahagia dengannya. Saya pernah membaca sebuah buku tentang Happiness project , sebuah buku kuning biru yang cerah ceria seperti judulnya. Terasa begitu menyenangkan karena kita dibuatnya keluar dari rutinitas dan lebih banyak mengasah kreativitas. Ternyata, kebahagiaan dapat dicari dari hal-hal yang sangat de...

hari ke-10: membaca adalah idealisme

kadang kita susah disuruh diam. inginnya bicara di saat seharusnya diam. kadang pula kita justru diam saat seharusnya kita bicara. ada yang salah dengan sikap kita. mungkin kita belum cukup bijak menilai sesuatu atau keadaan sehingga tidak tepat menyikapinya. atau mungkin kita belum paham akan suatu hal tetapi buru-buru untuk menilai. alangkah baiknya jika kita tidak membiasakan diri terburu-buru dalam banyak hal. mungkin sebelum kita membuka kata, kita serap dulu apa yang perlu dimengerti. barangkali membaca situasi dengan perlahan justru menjadi kunci dari bijaknya menyikapi. bukannya menjadi bodoh apabila kita mengatakan tidak tahu jika memang benar bahwa kita belum tahu. bukannya menjadi salah kalau kita menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa yang semua orang lakukan ketika tahu itu meragukan. saat belajar kita boleh salah agar nantinya tidak salah. yang tidak boleh itu, menyalahkan dan tidak be...

Hari ke-9: Merapikan ala KonMari

Image
Saya lagi suka beres-beres di rumah meski rasanya berabad-abad tidak beres juga. Ternyata yang saya lakukan saat merapikan berbagai hal di rumah ini tidak efektif dan justru membuat saya harus beres-beres lagi di lain waktu. Ini cara lama yang diajarkan ibu saya yang cukup sibuk sehingga beliau selalu menyarankan untuk membongkar satu laci dan menyusunnya, baru berganti ke laci yang lain. Dan ternyata di waktu lain, saya perlu membongkar laci yang telah disusun tersebut karena lupa menaruh dimana atau ternyata ada barang-barang yang hanya menjadi timbunan tapi saya eman membuangnya. Saya bertemu dengan bukunya Marie Kondo saat ada topik tentang berberes di rumah di salah satu kulwapp IIP kalau tidak salah. Cepat-cepat saya pesan bukunya melalui toko Gramedia online dan berharap dapat diskonan (tetep). Tetapi saya tidak begitu peduli soal harga karena pas sekali saya sedang membutuhkan buku ini dan lagi ada anggaran belanja buku. Meskipun begitu saya ternyata tidak bisa menghabi...

Hari ke-8: E-book bagi yang sibuk

Saya tidak begitu suka e-book awalnya. Apa sih itu? paperless katanya. Tapi kok tetep nggak enak kalau nggak di print ya? Hmm Saya mulai mengambil alternatif membaca buku dengan e-book sejak saya mengenal website cerita rakyat dari berbagai belahan dunia. Judul websitenya, Long Long Time Ago . Menariknya saat itu, saya bisa membaca tentang asal-usul mitos dari seluruh dunia (ya meski nggak mencakup semuanya, tetapi yang biasanya populer saja di negara atau daerah asalnya). Saya mengenal itu sejak saya mengeenal Friendster. Hehe (kids jaman old) Saya pun mengoleksi beberapa cerita, diantaranya yang paling berkesan adalah mitos tentang mengapa langit itu tinggi, mengapa laut itu asin dan tentu saja legenda dari Indonesia :) Haha (emangnya ada? ah saya juga lupa sih, seingat saya itu ada cerita Indonesia, tapi judulnya lupa -_-) Pokoknya saya bahagia sekali saat itu bisa dapat banyak referensi dongeng untuk dibaca dan barangkali saya jadi punya bahan omongan dengan teman-teman di seko...

Hari ke-7: Menjaga Semangat Membaca

Saat membaca sebuah cerita yang menyenangkan, pikiran saya selalu terbawa pada imajinasi ketika saya masih kecil, bermain-main dan bersepeda di lapangan balai RW hingga disengat lebah, sampai saat di rumah saya belajar dengan cara dibacakan bukunya oleh ibu dan ayah. Mungkin apa yang saya rasakan sekarang seperti iri pada masa kecil saat saya punya banyak waktu yang menyenangkan karena tidak sibuk dengan hal-hal yang berbau dewasa. Saya yang merasa tidak punya kepentingan saat masa itu pun enteng saja ketika diajak mencuci mobil, memasak, dan sebagainya sebagai sesuatu yang baru, seru dan menantang. Terlebih ketika saya mengenal ensiklopedi, saya jadi semakin penasaran dan keingintahuan saya berkembang jauh lebih besar. Rupanya, hal-hal yang terlihat kecil dan remeh temeh bisa jadi berkesan dan membuat saya menjadi orang yang seperti sekarang. Saya suka membaca. Ternyata sejak di dalam kandung ibu, saya sudah terbawa atmosfer membaca dari ayah dan ibu yang sering berlangganan majal...

Hari ke-6: Semua itu Guru

Image
Belajar sama-sama.... Berkarya sama-sama... Kerja sama-sama... Semua orang itu guru Alam raya sekolahku Sejahteralah bangsaku Itu adalah secuplik lirik lagu dari pasangan duet hits di dunia literasi Indonesia, Ribut Cahyono , Karina Adistiana. Menyiratkan bahwa kehidupan ini nyatanya memang sebuah tempat belajar sesungguhnya. Kita diperkenankan melakukan berbagai hal meskipun pernah salah tetapi yang terpenting adalah belajar dari kesalahan. Kita bebas belajar dimana saja, apa saja, dan dari siapa saja. Semua yang kita alami saat ini pun adalah hasil belajar yang telah lalu. Mungkin tidak ada rapornya atau ijazahnya, tetapi yang terpenting adalah pribadi yang lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan hidup berikutnya. Meskipun, kita telah terbiasa diberikan pemahaman bahwa yang namanya belajar itu ya mengerjakan PR dari sekolah atau mengerjakan tugas dan mendengarkan ceramah guru di sekolah, kita mestinya bisa memahami kalau di luar itu semua kita tetap harus belajar....

Hari ke-5: Menelusuri Jejak Baca

Apa yang kita pikirkan saat ini adalah hasil dari proses belajar kita akan suatu hal. Semenjak saya mengenal buku-buku motivasi, saya jadi merasa ada keperluan untuk terus memperbarui pola pikir saya supaya tidak mudah lemah dan menyerah menghadapi variasi masalah atau tantangan dalam hidup. Saya menemukan beberapa kepingan semangat yang kemudian bisa saya susun untuk menegakkan kembali punggung saya dan membuat saya jadi lebih berani menyelesaikan permasalahan. Semua yang saya rasakan saat ini pun adalah hasil dari hati yang mengalami pasang surut harapan dan hujan tempaan yang hadir di setiap masanya. Mungkin saya sering baper (terbawa perasaan) saat membaca suatu kisah yang biasa saja atau saat menceritakan kembali sebuah tokoh yang  menurut saya too good to be true karena saking baiknya. Tapi sebenarnya, yang terpenting adalah betapa setiap perjalanan yang saya baca atau lika-liku kehidupan seseorang bisa begitu terasa di relung hati saya seolah-olah saya sendiri yang mengal...

Hari ke-4: Meresapi Tiap Bacaan

Saya tidak tahu sebenarnya apakah apa yang saya lakukan terhadap buku-buku ini sudah tepat. Saya berusaha sebisa mungkin membeli buku yang asli (dan diskon) lalu segera menuliskan nama dan tanggal dibelinya supaya tidak lupa. Terkadang saya memberikan nama kota tempat dibelinya supaya makin berkesan. Ah iya, saya jadi teringat buku-buku saya yang hilang. Bahkan beberapa di antaranya adalah seri yang ada tandatangan penulisnya. Hiks. Makanya kadang saya menyesal sudah meminjamkan buku saya tanpa mencatat dan menagihnya. Tapi ya, sudahlah, diikhlaskan saja. Saya suka memberikan makna tersendiri bagi setiap buku yang saya miliki. Entah dari ceritanya yang memang bagus sehingga saya baca berkali-kali, atau bahkan justru karena cara mendapatkannya yang unik yang membuat saya eman untuk merelakannya. Dulu, selain memberikan identitas dan tanggal pada buku, saya juga memberikan selotip pada ujung buku supaya lebih awet dan tidak mudah tertekuk. Tapi lama kelamaan, saya malas juga. Hehe. Ak...

Hari ke-3: Merimbunkan Daun Buku

Image
Saya baru bisa bikin via laptop seperti ini pohon literasinya :D meski sederhana setidaknya sudah ada semangat dan terbayang akan seperti apa nanti versi offline nya (oh iya, saya berencana bikin yang lebih besar dan bisa sambil main tempel-tempel kertas serta menghias). Buku yang saya baca ulang adalah buku Totto Chan. Sebab, buku ini berkesan sekali sampai saya sering teringat momen-momen dimana anak yang unik ini melakukan hal-hal yang tidak terduga. Saya juga ingin membuat tulisan mengenai kepribadian Totto Chan menurut versi saya dengan digabungkan cerita-cerita yang ada di sekitar. Pesan moral yang ditanamkan juga kuat meskipun tidak dijelaskan di dalam buku tersebut. Justru dengan begitu, pembacanya malah jadi lebih bisa mengeksplorasi imajinasi dan perasaannya saat membaca buku dan mengambil hikmah yang lebih relevan di kehidupan sehari-hari. Buku yang kedua saya baca adalah Happiness Laboratory, buku ini adalah buku bacaan yang cukup ringan, menceritakan banyak hal khus...

Hari ke 2: Membaca Efektif

Image
Perencanaan agar dapat mencapai target membaca perlu sekali supaya tidak terbengkalai di belakang. Saya mencoba untuk merapikan jadwal membaca dengan memulai membereskan buku-buku yang sudah terbaca terlebih dahulu. Ada beberapa buku yang memang asyik untuk sering dibaca-baca kembali. Ada juga buku-buku yang sudah bertahun-tahun tidak dibaca karena merasa kurang relevan untuk saat ini. Saya mencoba untuk memanfaatkan rak-rak buku dengan mengurutkan buku-buku yang sering terbaca diletakkan di bagian paling tengah agar lebih mudah diraih. Sementara itu, buku-buku yang di bagian bawah merupakan buku yang paling tebal dan paling serius (jadi biasanya juga jarang dibaca hehe). Bagian rak paling atas adalah buku-buku populer dan praktis yang biasanya untuk mengisi waktu senggang dengan membacanya sambil menikmati suasana :D Jadwal membaca saya tidak terlalu padat atau detail karena saya ingin lebih enjoy dalam menjalaninya. Hobi masa kecil saya adalah dibacakan buku atau didongengi ora...

Hari ke 1: Pohon Literasi

Belajar dari Cangkrukan Pendidikan yang pernah kuikuti untuk pertama kalinya di Warung Mbah Cokro, saya memutuskan untuk lebih peduli terhadap literasi. Ternyata literasi yang saya pahami selama ini bukan cuman sekadar banyak-banyak membaca tetapi juga memahami sampai tingkat pengamalan yang lebih kompleks. Saya mengaku selama ini memang semakin jarang membaca buku karena sok sibuk dengan aktivitas di luar. Padahal, sebenarnya banyak scroll timeline waktu yang bisa dialokasikan untuk mengasah literasi. Gayung bersambut, tantangan IIP kali ini pas sekali dengan semangat yang ingin saya bangun setelah beberapa kali jatuh bangun memperbaiki niat lebih rajin membaca dan menulis. Saya mengikuti tantangan sebelumnya dengan terseok-seok karena merasa masih belum signifikan terhadap perubahan hidup saya. Halah. Sekarang, niatnya lebih bulat ingin memperbaiki kebiasaan membaca dengan memperkaya pohon literasi yang saya buat. saya mencoba untuk mencari referensi bagaimana pohon literasi itu...