Posts

Showing posts with the label #jilid7

Cara Bilang Tidak pada Teman

Mending mana, menolak atau ditolak? Hehe bergantung sikon kali ya.. Nah, kadang kita mengalami dilema saat ada urusan penting tapi diajak teman pergi atau melakukan suatu hal lain. Yah, meski urusan itu bisa seperti istirahat atau beres-beres (yang kelihatan remeh) tapi tetap saja kitalah pemegang prioritas segala urusan. Apalagi bila kita diminta tolong untuk melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan nurani, kita sangat dianjurkan untuk tidak mengiyakannya. Suatu saat kita perlu bilang tidak untuk ajakan teman meskipun kita sebenarnya mau dan sungkan menolak. Ada beberapa tips untuk mengatakan tidak pada teman kesayangan kita supaya urusan kita lancar dan teman kita nggak baper: 1. Kita katakan saja yang sebenarnya Ini hal yang paling mudah dilakukan kalau kita memang memiliki alasan yang jelas dan dipandang penting bagi kita dan juga teman kita itu. Kita bisa berikan rasionalisasi alasan kenapa kita tidak bisa melakukan apa yang ia minta. Bisa juga berikan penjelasan dari sudut...

Low Maintenance Friend

Tentang teman yang tak banyak tuntutan. Saya bingung membahasa-Indonesiakannya. Maafkan~ Haha Berteman dengan orang-orang yang berprinsip low maintenance friend ini menyenangkan. Nggak butuh keruwetan. Apapun yang kita miliki tidak sering diprotes atau dikritisi. Nggak butuh drama. Berkonflik sih boleh, tapi nggak yang ngomong di belakang terus membuat isu-isu negatif alias gosip dan pembunuhan terencana . Nggak baperan. Ketika chat atau pesan tidak langsung dibalas, mereka bisa memahami keadaan yang mungkin lagi nggak bisa pegang HP atau lagi mikir mau jawab apa. Saya merasa sangat beruntung memiliki teman-teman yang langka seperti itu (disamping teman yang lain juga ada banyak tapi nggak dekat). Ketika kita lagi pergi jauh mereka tidak pernah membebani dengan meminta oleh-oleh. Malah lebih banyak memberi saran dan doa supaya aman di perjalanan. Saat kita sibuk dengan pekerjaan atau belajar, teman kita tidak lantas mencibir 'sok-sokan' tetapi memilih untuk mengerti dan me...

Teman Introvert

Berikut ini adalah daftar teman para introvert, mohon disimak: 1. Buku . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Buku harian 3. Gawai Hahaha, maaf bercanda. Maksudku...... Saya pernah bertemu dengan seorang yang tidak kusangka ia juga introvert. Terlihat sangat lihai di keramaian. Sangat pede berbicara di depan orang banyak. Begitu memukau saat menjelaskan sesuatu yang ia dalami. Tetapi ternyata, ia sama denganku. Energinya mudah habis setelah melakukan kontak sosial terlalu lama. Ia harus mengisi baterai sosialnya kembali untuk menjadi utuh lagi. Ia juga suka membaca buku dan tenggelam dalam kegiatan individualis. Mudah introspeksi diri dan mengingat kejadian emosional. Tetapi, ia mampu mengelola semua itu sehingga optimal berperan menjadi orang publik yang baik dan ramah. Dari dulu saya ingin meminta tandatangan untuk dibubuhkan pada halaman pertama bukunya. Saya membeli buku itu di toko buku kampus dengan berharap ada yang edisi ber...

Berteman di Zaman Perang

Ada banyak kisah tentang peperangan di masa lampau. Tatkala ditempatkan di barisan prajurit, para sahabat yang bersatu dalam pasukan tak berzirah sibuk membentengi punggung satu sama lain. Ketika mulai terdesak oleh pasukan musuh, mereka yang berada di posisi terdepan siap untuk menghadang. Sementara itu, pasukan di belakangnya tak tinggal diam dan menanti giliran saja. Mereka menyeruak ke depan seraya siap untuk mempertahankan posisi barisan. Mereka tak ingin kawannya dilukai sedikitpun oleh pedang lawan. Saat beristirahat di antara jarak perjalanan yang panjang, mereka membagi makanan dengan memakannya bersama-sama. Bahkan saat bekal air menipis, mereka saling tunjuk untuk menyuruh satu sama lain meminum air itu terlebih dulu dibanding mereka sendiri meskipun dahaga menyerang. Ishlah, masa-masa sulit menunjukkan sikap pertemanan yang penuh pengorbanan. Rasa cinta pada sahabat melebihi rasa cinta pada kepentingan diri mereka sendiri.  Kalaulah berteman dinilai dari seberapa ba...

Teman dalam Mimpi

Image
Mimpi punya harga diri... itu adalah kalimat yang selalu terlintas setiap saya mengobrol dengan teman-teman yang sedang berjuang. Tahun ini adalah tahun dimana kebanyakan dari teman saya sedang semangat-semangatnya merengkuh mimpi. Ada yang barusan lulus kuliah, ada yang baru saja diterima kerja, ada juga yang sedang membangun rumah tangga impian para jomblo . Yang jelas, mimpi-mimpi itu membuat mereka kian sibuk meniti jalan yang kadang terasa melelahkan. Memang itulah harga yang harus dibayar untuk meraih sebuah mimpi. Hanya mereka yang percaya bahwa mimpi mereka berharga yang bisa memperjuangkannya. Kadang saya sendiri tak yakin pada kemampuan untuk mencapai cita-cita. Aduh, kayaknya susah deh, kok belum apa-apa sulit gini ya, memangnya benar ya ini jalan saya? Teman saya kadang jauh lebih percaya ketimbang diri saya sendiri. Ketika mulai merasa inferior, minder, impostor, you name it , ada teman saya yang mengingatkan. "He, sadaro ta, kamu lho yang punya mimpi,...

Berteman dengan Anak-Anak

Berteman dengan anak-anak seperti menyentuh sisi humanis kita yang apa adanya. Sifat anak-anak pada umumnya suka memaafkan. Walaupun bertengkar karena hal yang sepele tapi hebohnya luar biasa, mereka biasanya bisa berbaikan dan bermain seru lagi esok harinya. Anak-anak juga punya rasa ingin tahu yang besar. Sehingga, mereka lebih menghargai perbedaan dan informasi yang baru ia ketahui sebagai hal yang menarik. Saya pernah terlibat dalam beberapa proyek sosial bersama anak-anak jalanan. Meskipun mereka keliatan garang, hati mereka lembut dan mudah untuk menerima kebaikan. Ketika dapat hadiah sering rebutan tetapi saat kami berbagi cerita mata mereka berbinar dan antusias. Mereka juga suka menunjukkan rasa sayang mereka dengan memeluk kakak-kakaknya atau bermanja-manja. Sama saja seperti anak kecil pada umumnya. Mungkin keburukan yang terlihat selama ini hanyalah efek dari pembiasaan orang-orang terdekatnya yang tidak tahu cara mendidik anak. Di taman baca penuh kenangan yang bernama...