Posts

Showing posts with the label #ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menyeleksi Barang

Beberapa hari ini saya berpikir banyak tentang barang-barang di rumah yang menumpuk. Saya pikir, sepertinya akan lebih baik jika saya memilah dan memilih di antara buku-buku saya yang mana yang bisa saya kurangi dari lemari. Lalu saya berencana untuk menjual murah beberapa buku yang berpotensi tidak terbaca dalam beberapa waktu ke depan. Semoga saja saya bisa menentukan dengan segera dan menata kembali dengan hati riang gembira.

Klasifikasi Barang

Saat beberes rumah, saya menyadari beberapa hal. Diantaranya, ibu saya selalu membiasakan meletakkan barang di tempat yang sama. Agar nanti ketika mencari mudah ditemukan. Selain itu, barang-barang perlu untuk dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Misalnya lemari untuk buku, lemari untuk pakaian, lemari untuk souvenir dan pernak-pernik, dan lain sebagainya. Tempat penyimpanan yang jelas peruntukannya akan sangat memudahkan pekerjaan di rumah. Sehingga semuanya bisa dilakukan lebih efisien.

Memasak

Dalam kegiatan sehari-hari pun kita dihadapkan dengan problem solving menggunakan kaidah matematika. Misalnya ketika kita memasak. Mulai dari menyiapkan bahan, lalu menakar dan mengikuti aturan resep. Kemudian memperkirakan waktu yang digunakan untuk merebus atau menggoreng. Terkadang kita pun kesulitan melakukannya. Tetapi saat sudah memiliki takaran yang pas, semua jadi lebih mudah dan tinggal dibiasakan saja.

Estimasi Keberangkatan

Belajar matematika dalam kehidupan memang tidak sebatas angka. Terkadang kita masih kesulitan untuk memperkirakan persiapan apa dan seberapa lama dalam menghadapi sesuatu. Contoh simpelnya saja saat kita mau berangkat ke bandara atau stasiun kereta. Beberapa waktu lalu, saya pergi ke Solo dengan kereta. Saya yang pada saat itu sedang menyiapkan perencanaan ke Solo, teringat kalau masih ada agenda lain yang harus dilakukan di hari yang sama dengan keberangkatan. Sehingga, saya harus memesan tiket kereta sendiri yang terpisah dengan jadwal rombongan teman-teman saya. Saya juga harus memastikan jika masih ada jarak waktu yang pas untuk perjalanan dari lokasi ke stasiun. Nah, estimasi yang saya lakukan alhamdulillah cukup meski agak mepet bikin deg-degan tapi sampai dengan aman dan tentram :") Paling tidak, saya berhasil manage waktu untuk mendatangi dua kondangan yang cukup jauh itu.. So far, i want to thank myself for being survived those times. Haha

The Last Samurai

Oh iya, berjuang tidak pernah sebercanda itu. Kadang aku tidak memaknainya dengan paripurna. Aku cuman ingin menyelesaikan challenge yang kuiyakan. Itu saja. Menuliskan apa yang ada di dalam kepala sambil berusaha mengingat hal yang relevan dengan apa yang dituliskan. Tidak mudah. Iya. Menulis review buku mungkin akan menjadi solusi ketika tidak ada ide lagi untuk menulis. Sebab, pikiran yang penuh terkadang justru buntu, tidak bisa mengeluarkan apapun. Jadi berjuanglah meskipun ini berat. Kamu bisa memulai dari mana saja. Yakin sajalah. Semua akan dipermudah.

Bacaan adalah Teman

Apa yang kita baca itulah yang akan menjadi bagian dari diri kita. Setidaknya itu yang saya percaya hingga saat ini. Makanya saya mulai belajar untuk meminimalisir membaca hal-hal yang unfaedah. Apalagi yang isinya rasan-rasan ga penting. Uninstall IG. Twitter OFF. Facebook juga udah ga ada di HP lagi. Berteman lagi sama yang namanya buku setelah beberapa saat menyadari terlalu banyak megang HP. Huft. Memang godaan itu nyata :( Harus segera bertindak. Untuk apa coba beli buku banyak tapi dibiarin ga dibaca? :((( Memilih buku bacaan hampir kayak milih teman, semua terasa baguuuus. Mau semua bukunyaa :( tapi harus dipilih yang paling utama diakrabi. Yang paling bermanfaat untuk umat. Yang paling bisa ngasih pengaruh positif di hidup kita. Paling bisa menambah kebaikan berlipat-lipat.

Short Review: Eating Clean

Image
Buku yang ditulis oleh Inge Tumiwa ini cukup menarik, simpel dan related dengan kebutuhan saat ini. Saya yang mulai menyadari usia biologis tubuh jadi pingin hidup lebih berkesadaran. Tidak bisa sembarangan lagi dalam mengkonsumsi makanan. Mulai membaca-baca lagi tentang gizi yang diperlukan tubuh juga menurunkan keinginan jajan yang berlebihan. Penyampaiannya cukup sistematis, dimulai dari ragamnya makanan yang dikonsumsi manusia hingga apa sebenarnya yang manusia butuhkan untuk memenuhi gizi di dalam tubuh. Kalau kita pikir lagi, mungkin memang kebanyakan dari kita makan hanya untuk memuaskan nafsu lidah yang ingin merasakan ini itu. Padahal justru kesenangan yang sementara itu menyimpan bahaya. Lagi-lagi saya merasa tertohok dengan keinginan manusia untuk mengolah makanan menjadi berupa-rupa, enak dan praktis. Oh iya, tidak lupa, instagrammable. Hahaha. Jadinya ya kadang kita langsung beli saja berbagai makanan cepat saji dan yang instan lainnya tanpa berpikir lagi soal keseha...

Reading Tracker

Image
Akhirnya saya membuat reading tracker juga. Hahaha seperti biasa, segala yang pertama kali selalu bikin exciting. Cukup sederhana karena saya tidak ingin yang terlalu ribet saat menggunakannya. Reading tracker ini bisa buat membaca buku yang cukup tebal meskipun tidak disarankan kalau masih ngos-ngosan cari waktu buat membacanya. Lebih baik cari buku yang agak tipis tetapi bisa menambah value yang dibutuhkan saat ini.

Spirit Membaca

Rencananya saya membuat reader tracker untuk setidaknya membuatku sedikit insecure apabila belum membaca hari itu. Yah, walaupun beberapa hal telah kulakukan untuk mengembalikan semangat membacaku yang kadang surut seperti dengan membeli buku baru *yeah, i know, sundoku* dan juga meletakkan buku dimana-mana. Sebab, sebenarnya saya sangat senang bisa membaca dan mengetahui hal-hal baru. Mungkin keinginan dan niat baik saja tidak cukup. Jadi, saya mencoba untuk membuat strategi yang lebih ciamik dalam mengontrol diri untuk berbuat baik lebih banyak, salah satunya ya membaca. Seharusnya saya selalu excited, sangat menanti-nanti dan tidak pernah puas membaca buku. Tetapi ada saat dimana ketika ditarget saya malah jadi bosan, malas, dan sebagainya. Ada apa ini? Saya adalah penyuka buku non-fiksi sejak saya kecil. Saya tidak terlalu suka cerita fiksi sampai pada akhirnya saya bertemu dengan Laskar Pelangi. Oh, ya. Saya ingat pertama kali saya puas membaca fiksi pertama kali saat saya mas...