Posts

Showing posts with the label #30DWC

Cara Bilang Tidak pada Teman

Mending mana, menolak atau ditolak? Hehe bergantung sikon kali ya.. Nah, kadang kita mengalami dilema saat ada urusan penting tapi diajak teman pergi atau melakukan suatu hal lain. Yah, meski urusan itu bisa seperti istirahat atau beres-beres (yang kelihatan remeh) tapi tetap saja kitalah pemegang prioritas segala urusan. Apalagi bila kita diminta tolong untuk melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan nurani, kita sangat dianjurkan untuk tidak mengiyakannya. Suatu saat kita perlu bilang tidak untuk ajakan teman meskipun kita sebenarnya mau dan sungkan menolak. Ada beberapa tips untuk mengatakan tidak pada teman kesayangan kita supaya urusan kita lancar dan teman kita nggak baper: 1. Kita katakan saja yang sebenarnya Ini hal yang paling mudah dilakukan kalau kita memang memiliki alasan yang jelas dan dipandang penting bagi kita dan juga teman kita itu. Kita bisa berikan rasionalisasi alasan kenapa kita tidak bisa melakukan apa yang ia minta. Bisa juga berikan penjelasan dari sudut...

Low Maintenance Friend

Tentang teman yang tak banyak tuntutan. Saya bingung membahasa-Indonesiakannya. Maafkan~ Haha Berteman dengan orang-orang yang berprinsip low maintenance friend ini menyenangkan. Nggak butuh keruwetan. Apapun yang kita miliki tidak sering diprotes atau dikritisi. Nggak butuh drama. Berkonflik sih boleh, tapi nggak yang ngomong di belakang terus membuat isu-isu negatif alias gosip dan pembunuhan terencana . Nggak baperan. Ketika chat atau pesan tidak langsung dibalas, mereka bisa memahami keadaan yang mungkin lagi nggak bisa pegang HP atau lagi mikir mau jawab apa. Saya merasa sangat beruntung memiliki teman-teman yang langka seperti itu (disamping teman yang lain juga ada banyak tapi nggak dekat). Ketika kita lagi pergi jauh mereka tidak pernah membebani dengan meminta oleh-oleh. Malah lebih banyak memberi saran dan doa supaya aman di perjalanan. Saat kita sibuk dengan pekerjaan atau belajar, teman kita tidak lantas mencibir 'sok-sokan' tetapi memilih untuk mengerti dan me...

Teman Introvert

Berikut ini adalah daftar teman para introvert, mohon disimak: 1. Buku . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Buku harian 3. Gawai Hahaha, maaf bercanda. Maksudku...... Saya pernah bertemu dengan seorang yang tidak kusangka ia juga introvert. Terlihat sangat lihai di keramaian. Sangat pede berbicara di depan orang banyak. Begitu memukau saat menjelaskan sesuatu yang ia dalami. Tetapi ternyata, ia sama denganku. Energinya mudah habis setelah melakukan kontak sosial terlalu lama. Ia harus mengisi baterai sosialnya kembali untuk menjadi utuh lagi. Ia juga suka membaca buku dan tenggelam dalam kegiatan individualis. Mudah introspeksi diri dan mengingat kejadian emosional. Tetapi, ia mampu mengelola semua itu sehingga optimal berperan menjadi orang publik yang baik dan ramah. Dari dulu saya ingin meminta tandatangan untuk dibubuhkan pada halaman pertama bukunya. Saya membeli buku itu di toko buku kampus dengan berharap ada yang edisi ber...

Berteman di Zaman Perang

Ada banyak kisah tentang peperangan di masa lampau. Tatkala ditempatkan di barisan prajurit, para sahabat yang bersatu dalam pasukan tak berzirah sibuk membentengi punggung satu sama lain. Ketika mulai terdesak oleh pasukan musuh, mereka yang berada di posisi terdepan siap untuk menghadang. Sementara itu, pasukan di belakangnya tak tinggal diam dan menanti giliran saja. Mereka menyeruak ke depan seraya siap untuk mempertahankan posisi barisan. Mereka tak ingin kawannya dilukai sedikitpun oleh pedang lawan. Saat beristirahat di antara jarak perjalanan yang panjang, mereka membagi makanan dengan memakannya bersama-sama. Bahkan saat bekal air menipis, mereka saling tunjuk untuk menyuruh satu sama lain meminum air itu terlebih dulu dibanding mereka sendiri meskipun dahaga menyerang. Ishlah, masa-masa sulit menunjukkan sikap pertemanan yang penuh pengorbanan. Rasa cinta pada sahabat melebihi rasa cinta pada kepentingan diri mereka sendiri.  Kalaulah berteman dinilai dari seberapa ba...

Teman dalam Mimpi

Image
Mimpi punya harga diri... itu adalah kalimat yang selalu terlintas setiap saya mengobrol dengan teman-teman yang sedang berjuang. Tahun ini adalah tahun dimana kebanyakan dari teman saya sedang semangat-semangatnya merengkuh mimpi. Ada yang barusan lulus kuliah, ada yang baru saja diterima kerja, ada juga yang sedang membangun rumah tangga impian para jomblo . Yang jelas, mimpi-mimpi itu membuat mereka kian sibuk meniti jalan yang kadang terasa melelahkan. Memang itulah harga yang harus dibayar untuk meraih sebuah mimpi. Hanya mereka yang percaya bahwa mimpi mereka berharga yang bisa memperjuangkannya. Kadang saya sendiri tak yakin pada kemampuan untuk mencapai cita-cita. Aduh, kayaknya susah deh, kok belum apa-apa sulit gini ya, memangnya benar ya ini jalan saya? Teman saya kadang jauh lebih percaya ketimbang diri saya sendiri. Ketika mulai merasa inferior, minder, impostor, you name it , ada teman saya yang mengingatkan. "He, sadaro ta, kamu lho yang punya mimpi,...

Berteman dengan Anak-Anak

Berteman dengan anak-anak seperti menyentuh sisi humanis kita yang apa adanya. Sifat anak-anak pada umumnya suka memaafkan. Walaupun bertengkar karena hal yang sepele tapi hebohnya luar biasa, mereka biasanya bisa berbaikan dan bermain seru lagi esok harinya. Anak-anak juga punya rasa ingin tahu yang besar. Sehingga, mereka lebih menghargai perbedaan dan informasi yang baru ia ketahui sebagai hal yang menarik. Saya pernah terlibat dalam beberapa proyek sosial bersama anak-anak jalanan. Meskipun mereka keliatan garang, hati mereka lembut dan mudah untuk menerima kebaikan. Ketika dapat hadiah sering rebutan tetapi saat kami berbagi cerita mata mereka berbinar dan antusias. Mereka juga suka menunjukkan rasa sayang mereka dengan memeluk kakak-kakaknya atau bermanja-manja. Sama saja seperti anak kecil pada umumnya. Mungkin keburukan yang terlihat selama ini hanyalah efek dari pembiasaan orang-orang terdekatnya yang tidak tahu cara mendidik anak. Di taman baca penuh kenangan yang bernama...

Berteman dan Bertahan = Hidup

Image
Sebagai manusia yang senantiasa bertanya dan mempertanyakan sesuatu, saya terus mencari jawaban. Kenapa kita butuh teman? Bagaimana cara menemani orang lain? Apa syarat menjadi teman? Atau.... tidak butuh syarat sama sekali? Me, as one of the old souls, always remember one thing. We struggle everyday for life. Then, we need somethings to do that. Like survival kit. Friend is one of them. They are kind of support system of life when the family is faraway. They can be our reflections, our sparring partners, or another home just to make us comfortable and not feeling alone. Saya mulai memahami bahwa tidak semua orang bisa disebut teman sejak saya mengenal ruang publik dan privasi. Manusia mulai mengklasifikasi  hubungan tak sedarah dengan sebutan kenalan, teman, sahabat, pasangan, musuh, dan sebagainya. Klasifikasi itu bergantung posisi orang lain terhadapnya: apakah di lingkaran terluar, terluar kedua, sampai yang paling dekat dengannya. Semakin ke dalam, semakin intim hubunganny...

You Don't Have to be

Saya teringat zaman SMA pernah mendapat motivasi dari seseorang dengan cara yang tidak biasa. waktu itu saya merasa sangat takut ketika mengemban amanah baru yang benar-benar tidak saya sangka. Di tengah kebingungan dan ketidakpahaman, saya mencoba memantapkan langkah dan mengambil resikl dari sebuah keputusan untuk maju. Motivasi berupa surat dari kakak kelas saya berisi kata-kata yang simpel saja, mengenai keputusan dan kemuan untuk belajar. Kemudian ia mengutip salah satu lirik lagu Green Day di bawah ini.  Menurut saya liriknya meaningful banget. Setelah itu saya simpan rapat-rapat kertasnya (meski kertas bekas tapi punya nilai momentum yang berdampak luar biasa). Kalau penasaran, coba hayati sendiri liriknya. GREEN DAY LYRICS "Good Riddance (Time Of Your Life)" Another turning point, a fork stuck in the road Time grabs you by the wrist, directs you where to go So make the best of this test, and don't ask why It's not a q...

Hasil Belajar: Pendidikan bukan Persekolahan

Kita terbiasa dididik oleh masyarakat di lingkungan kita dengan kata sekolah. Kalau mau pinter ya sekolah. Kalau mau jadi orang, ya sekolah.

Bukan Butuh Piknik, tapi Teman Seperjalanan

Sebagai orang yang sejak lahir tinggal di ibukota (Jawa Timur), hiruk pikuk perkotaan sudah jadi rutinitas saya. Mau tidak mau, saya harus terbiasa dikelilingi dengan berbagai hal yang menuntut kerja keras. Pikiran jadi cepat letih, badan jadi mudah lesu, hati pun lunglai. Namun, manusia diciptakan oleh Allah dengan akal yang demikian kreatif dan alam yang mendukung supaya segala sesuatunya seimbang dan kembali seperti semula. Keletihan yang kita rasakan tentu ada obatnya. Jika sakit badan, asupan makanan nan bergizi akan memulihkan stamina kita. Jika sakit hati, dzikir bisa jadi penenang jiwa. Jikalau pikiran? Tentu ada banyak jalan untuk menguraikan keruwetan di dalamnya. Beberapa orang dengan jempolnya memviralkan sebuah kutipan, "Kalau kamu stres mungkin kamu butuh piknik." Wah, saya sempat berpikir hal yang sama. Mungkin segala kerumitan yang membuat saya lelah bisa jadi karena kekurangan waktu bersantai atau jalan-jalan. Hanya saja, pikiran saya semakin njlimet memiki...

Keseimbangan

Beberapa hari ini saya cukup kelelahan secara fisik karena saya sedang mengikuti kegiatan Pesta Pendidikan di Yogyakarta. Saya yang masuh bandel ini lebih memilih lelah (sampai sakit) untuk berkeliling menimba ilmu daripada tiduran di kasur (yang sebenarnya enak juga sih). Saking padatnya acara, buku yang saya bawa nggak sempat terbaca. Ada sekitar 20-an kelas yang dapat diikuti secara gratis di gedung utama balai kota Yogyakarta. Beberapa diantaranya  yang saya ikuti adalah kelas Pendidikan yang bertajuk talkshow: Benarkah Anak Indonesia bahagia tetapi tidak berprestasi? Kelas lainnya yang saya ikuti adalah talkshow homeschooling mulai dari bagaimana legalitas homeschooling di Indonesia dan cerita praktisi homeschooling. Dua hari yang penuh makna saya jalani dengan bahagia meski batuk melanda. Di Pesta Pendidikan, saya menemukan kenyataan yang menyenangkan bahwa masih banyak komunitas dan masyarakat yang peduli dengan pendidikan, serta berpikiran ...

Mencerdaskan kehidupan bangsa

Homeschooling memang unik, nggak biasa, minoritas, dan berbeda. Pendidikan nonformal yang membebaskan anak menggunakan berbagai sarana dan media untuk belajar. Selain itu mereka juga bebas untuk berguru kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Terlihat radikal, banyak pro kontra yang menyertai hadirnya pendidikan alternatif ini.

Sharing Dongeng: Menulis buku Anak

hari Minggu setiap bulan Kumpul Dongeng mengadakan kegiatan Sharing Dongeng. Nah, di bulan ini Kumpul Dongeng membuat semacam workshop mini untuk membuat cerita dongeng untuk anak. Kali ini, pembicara sekaligus tutor yang memberikan feedback adalah Bu Dian Kristiani. Bertempat di Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Sharing Dongeng ini dihadiri sekitar 30 orang dari berbagai latar belakang. Beberapa di antara peserta adalah aktivis pendidikan, termasuk guru sekolah dan komunitas. Sesuai dengan value yang dibawa Kumpul Dongeng, setiap orang peserta diharap aktif untuk belajar dan berani berkarya, khususnya demi tujuan mencerdaskan kehidupan penerus bangsa, yakni anak-anak. Semangat yang diusung sharing dongeng diamini oleh Bu Dian Kristiani yang memilih ranah kepenulisan sebagai sarana berbagi manfaat dan mendidik anak. Karya beliau yang berjumlah puluhan bahkan lebih jadi bukti bahwa beliau sangat peduli dan ingin menularkan semangat itu pada para peserta. Bu Dian member...

Curhat Online Gratis

Image
Apakah kamu pernah merasa stres, depresi, atau putus asa dan ingin berbagi keluh kesah? Atau bermasalah dengan kepercayaan diri, prestasi, pekerjaan, hubungan, atau lainnya yang berhubungan dengan kesehatan jiwa? Mungkin kamu membutuhkan tenaga psikolog atau konselor untuk menyalurkan perasaan sedih atau luapan emosi yang kamu rasakan. Namun, adakalanya kamu merasa sulit untuk bangkit tempat tidurmu dan keluar dari kamar karena merasa minder meminta bantuan atau malah tidak tahu harus melakukan apa. Dengan kemudahan teknologi, kamu tidak perlu khawatir atau ragu untuk mencoba aplikasi curhat online yang bisa kamu unduh di androidmu. Kamu bisa coba salah satu aplikasi dimana kamu, tanpa perlu menampilkan namamu, bisa berkonsultasi dengan para konselor (manusia beneran, bukan robot lho) secara gratis di bawah ini. 1. Riliv Ini adalah aplikasi yang cukup banyak digemari pengguna android yang ingin mengeluarkan uneg-unegnya. Kurang lebih sebanyak 10.000-50.000 pengguna android telah ...

Cara Introvert Bekerja

Image
Work space - success.com Tidak sembarang pekerjaan diambil oleh orang introvert. Sebab, biasanya mereka tidak suka terlalu dipaksa bicara di hadapan forum atau menonjolkan diri di depan jajaran manajer. Mereka juga punya potensi dan ide yang unik meski kelihatannya tidak vokal dalam kerja kelompok. Nah, beberapa cara yang biasanya digunakan oleh orang introvert dalam melakukan pekerjaan dapat kamu teliti satu persatu di bawah ini. 1. Jobdesc lebih baik dijelaskan di awal Orang introvert lebih suka dijelaskan mengenai hal yang perlu ia kerjakan apalagi menyangkut birokrasi. Biar nggak salah di tengah jalan dan ribet akhirnya. Mereka bukan orang yang selalu bertanya ketika bekerja atau menemukan kesulitan karena biasanya mereka cenderung mengamati terlebih dahulu atau bahkan menunggu sampai jelas titik permasalahannya. Kalau ada kesalahan yang ternyata gara-gara di awal tidak ada kejelasan, si introvert ini akan kecewa berat. Daripada semakin runyam, lebih baik dijabarkan apa y...

Melubangi Jalan Buntu (2-akhir)

Kejenuhan dan kelelahan mental lebih banyak menyerang generasi milenial yang kebanjiran informasi. Tuntutan untuk serba cepat dan multitasking membuat manusia zaman sekarang jadi lebih cepat capek. Belum lagi nggak punya waktu buat olah raga dan kehidupan sebagian dihabiskan di depan layar gawai ( gadget ). Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa membantumu untuk menjadi 100% lagi dan nggak buntu di tengah perjalanan. 1. Mengambil jarak dari keriuhan Oke banget kalau kamu merasa canggih dan sangat terbantu urusan hidupmu dengan terkoneksi internet selalu. Namun, kamu juga perlu mengatur waktu supaya pikiranmu tidak 'penuh' terjejali oleh informasi di internet. Tak jarang orang menjadi nomophobia atau fobia jauh dengan telepon genggam atau gawai karena tidak mau ada satupun informasi terlewatkan. Caranya supaya tidak sampai terjangkit fobia semacam itu, kamu bisa memberikan waktu khusus untuk berselancar di internet di jam tertentu. Selebihnya, gunakan waktu untuk berefleksi,...

5 Cara Orang Sensitif Bertahan Hidup (Highly Sensitive Person Survival Kit)

 Apakah kamu pernah merasakan sedih yang mendalam saat mendengar temanmu bercerita tentang kucingnya yang mati? ataukah kamu merasa marah saat membaca status temanmu yang sering dirisak (bully)? Kemudiankamu juga memikirkan nasib dan solusi masalah kedua temanmu? Bisa jadi dirimu adalah orang yang terlalu sensitif. Orang sensitif bertahan hidup (Highly Sensitive Person Survival Kit) memerlukan cara yang tidak biasa untuk bertahan hidup di tengah arus deras informasi yang bisa mengaduk-aduk emosi setiap saat. Hal ini tentu sangat mengganggu kehidupan kita kan? Nah beberapa tips diantaranya: 1. Memastikan mood baik di pagi hari Sebelum beraktivitas yang melibatkan fisik dan mental, perlu disiapkan mood yang baik. Bangun pagi jangan terburu memegang telepon genggam (kecuali mematikan alarm). Jangan sampai mood langsung turun gara-gara membuka timeline berita negatif. 2. Menghindari gosip Berteman banyak boleh. Bersosialisasi dengan mengobrol itu ...

Melubangi Jalan Buntu (1)

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Tak pelak, banyak pekerjaan yang sering terlupakan ataupun tak tampung diselesaikan. Selanjutnya, reaksi yang timbul biasanya berupa stres, hasil pekerjaan ngawur, hubungan dengan orang lain retak, dan sebagainya. Sebagai homo sapiens , manusia semestinya selalu punya cara untuk mencari solusi terbaik selain terus berdoa. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengenai jalan buntu dan apa saja yang dapat kita lakukan ketika menemui hal semacam itu. Cermati lingkungan sekitar dengan cara yang berbeda dan nikmatilah apa yang sedang dicermati. Saya pernah mengalami stres luar biasa saat mengerjakan skripsi. Sampai-sampai saya tidak berani bertemu dosen saya kurang lebih dua bulan lamanya. Di tengah himpitan deadline yang membuat galau, saya coba untuk berhenti sejenak dari berpikir soal skripsi dan pergi ke teras rumah. Saya pandangi tanaman depan rumah, kemudian saya sirami pelan-pelan. Saya amati saja gerak daun-daun tertiup angin dan be...

Tips Menyayangi Buku

Buku tak mau hanya sekadar dirawat tetapi juga disayang. Itulah kenapa para pecinta buku rela mengeluarkan kocek tanpa berpikir panjang untuk membeli, membelikan rumah untuk bukunya, dan menyiapkan berbagai pernak-pernik buku. Di sini, saya ingin mengutarakan bagaimana sebenarnya perasaan saya terhadap buku dan apa yang perlu dilakukan supaya hubungan mutualisme dengan buku bisa langgeng. Ah, maksud saya, biar buku awet meski tua dan kita dapat manfaat sampai tua. Ini dia: 1. Belilah buku yang benar-benar ingin kau baca Jangan sekali-kali karena terpengaruh diskonan jadi ingin beli semua buku di rak promo. Jangan pernah diperdaya oleh teknik marketing buku yang keterlaluan. Kedengarannya memang tega tapi ini bagian dari ungkapan bahwa kita memang pecinta buku, bukan kolektor buku. Boleh sih ya beli buku promo, apalagi dalam jumlah banyak. Akan tetapi, pastikan itu benar-benar dibaca atau minimal sampai ke tangan pembaca, bukan cuma pembeli. Misalnya, disumbangkan ke taman baca atau ...

Refleksi H-41

Selama ini, saya berpegang erat dengan doa "Yaa Muqollibal qulub, Tsabbit qolbi alaa diinik (Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balik Hati, tetapkanlah hatiku di atas jalan ini)." Saya menancapkan harapan bahwa saya akan tetap di jalan ini meski masih sering terjatuh dan iman compang-camping. Berupaya untuk tetap hadir di barisan pemohon ampunan meski selusuh-lusuhnya amalan. Pernah suatu ketika saya sedih sekali karena tak bisa menangis. Terasa berat dan sesak tapi tak bisa mengungkapkannya di hadapan Allah SWT. Di situ saya merasa hina sekali... Tapi kemudian saya kembali diingatkan tentang keluasan ampunan Allah SWT melalui berbagai cara-Nya. Kadang pengingat itu hadir via Facebook, Instagram, Tumblr, orang lewat, teman sejawat, dan lain-lain. Allah SWT selalu punya cara mengetuk hati hamba-Nya. Lembut sekali. (Saya nulisnya hampir nggak kuat nahan air mata. Mana orang-orang di rumah belum pada tidur. Kan malu, ngetik kok sambil nangis, hehe) Akhir-akhir ini, sedang viral v...