Posts

Learning How to Learn

NHW#5 Belajar itu bisa jadi candu. Di masa kecil, saya terbiasa dengan aktivitas membaca, membeli buku, dan dongeng. Dari semua aktivitas itu, saya bisa menyerap banyak informasi, berimajinasi, berekspresi, dan 'memberi makan' rasa penasaran. Mungkin dari situlah saya mulai merasa bahwa buku itu adalah surga dunia. Cara belajar saya selama ini juga tak terlepas dari kegiatan membaca. Saya juga merasakan potensi saya ada pada observasi, mengamati secara detail sekaligus membayangkan peta besarnya dengan kemampuan imajinasi yang saya miliki. Nah, pada tugas kali ini, saya mencoba untuk membuat alur berpikir dan cara saya belajar yang menurut saya paling efektif dan mudah. Untuk lebih memantapkan diri dalam belajar, saya awali semuanya dengan belajar untuk mengelola emosi dan ego terlebih dahulu dengan belajar adab. Selanjutnya barulah saya melakukan observasi. Selama ini sih saya coba untuk mengamati apa yang orang lain lakukan atau saya coba untuk ...

NHW 2#

Perempuan profesional itu.... terdengar agak gimanaa gitu. Haha Penugasan IIP kali ini cukup menantang karena saya bukanlah orang yang begitu pede memberikan indikator pada diri apalagi sharing hal yang detail tentang diri sendiri. Namun, kapan lagi saya mau mencoba keluar dari zona nyaman dan lebih berani berbagi apa yang saya pikirkan kalau bukan sekarang, kan? Saya membuat beberapa indikator ini berdasarkan imajinasi saya ketika nanti menjadi ibu profesional, aamiin. Here we go.... 1.sebagai individu: a. target: habluminallah & habluminannas indikator: berdoa dengan jelas minimal basmalah dan mendoakan orang-orang secara khusus di waktu selepas sholat b. target: aktif berinteraksi dengan Al-Qur'an indikator: membaca mushaf setiap hari minimal1 juz, membaca tafsir minimal satu ayat, mengurangi konsumsi musik dan TV show yang tidak bermanfaat c. target: disiplin dan teratur mengatur urusan indikator: menulis jurnal harian dan catatan keuangan pribadi, tidur awal ...

NHW #1: Adab Menuntut Ilmu

Bismillaahirrohmaanirrohiim Pertama kali memutuskan untuk mengikuti kelas Matrikulasi IIP itu rasanya nano-nano. Bingung, iya nggak ya, apa nanti aja atau sekarang ya.... bisa konsisten nggak ya? :" waaah sampai harus tanya sana tanya sini terutama yang udah lulus kelas matrikulasi batch sebelumnya. kira-kira sulit nggak ya, apa tugasnya bisa dikerjakan sama yang belum punya anak dan suami 🙈 ternyata kesulitan yang dibayangkan nggak nyata (untuk saat ini). Justru yang muncul adalahtantangan di luar dugaan. tantangan yang membuat diri ini kembali merenung dan menata niat lagi, untuk apa ikut kelas Matrikulasi? mungkin setelah menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi NHW pertama saya akan membuat saya semakin mantap belajar dengan benar. meski deg-degan, saya pun mengerjakan tugas ini perlahan (((sampai mepet banget ngumpulinnya))) My First Nice Home Work 1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini. saya ingin sekali dekat sed...

Refleksi Akhir Tahun Kemarin

Image
Desember 2016 adalah bulan paling hectic yang pernah kurasakan di sepanjang perkuliahan. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan skripsi dan berbagai hal yang tertunda-tunda, akhirnya aku mengalami yudisium juga. Artinya, ada dua status yang akan kusandang, S.Psi, dan calon pengangguran pekerja (?) Sehari setelah yudisium, aku terpaksa menggunakan jasa make up teman untuk menghadiri acara wisuda demi terlihat normal, hehe. Seperti biasanya, acara hari itu didominasi ucap berucap selamat dan foto-foto bersama teman-teman (sampai adik sendiri nggak ada fotonya sama sekali karena dia sedang ujian). Aku bertemu dan mendapat ucapan selamat sekaligus hadiah dari teman-teman seangkatan di kuliahan, KKN, sekolahan, dan teman nemu di jalan. XD Anyway , alhamdulillah semua terlihat happy ending . Pertanyaan demi pertanyaan baru mulai bermunculan, habis ini mau ngapain? Sebenarnya, aku sudah menyiapkan jawaban-jawaban dari segala pertanyaan terkait hal itu. Sudah kurencanakan pula kap...

2397

Seseorang pernah berkata padaku bahwa ekspresi yang paling mudah dalam kata-kata adalah puisi. Jujur dan tak seorang pun berhak menjadi yang paling ahli mendefinisi. Bahkan dirimu sendiri. "Kita tak perlu menjadi api untuk menghangatkan. Cukup satu peluk untuk menghalau angin membekukan. Kita tak perlu menjadi es untuk mendinginkan. Cukup satu ucap 'maaf' untuk mengusir panas dari ubun-ubun. Aku rasa risau tak pernah hilang karena kita tak pernah merasa cukup dan tak mau mengerti bahwa semua bisa disederhanakan. Aku rasa aku tak cukup berani menampakkan diri karena tembok kekalutan kubiarkan tumbuh tinggi-tinggi." Katanya, kita terlahir sebagai sebuah seni. Jangan sampai mereka merampas keotentikan dirimu dengan hiruk pikuk dunia yang melelahkan. Biarkan keunikanmu tergerai bersama aliran sungai yang deras menyegarkan. Biarkan mengalir tulus menuju muaranya.

Belajar Membangun jalan

Hal yang selalu membuat exciting adalah memulai sesuatu. Apapun itu, mengawali berarti membuka pintu menuju suatu hal yang tak pernah diduga. Seru, ngeri tapi menyenangkan.

prokrastinasi mimpi

Aku pernah dengar seorang senior berkata, "Aku sendiri di sini ya berprofesi begini karenan tuntutan ZZZ. Aslinya yah, nggak mau aku, mending kuliah di luar kota, mengejar mimpiku sendiri."beliau berkata di ruangannya, tempat klien-klien mencari solusi dari masalah medis khas keahlian beliau. Ya, beliau memutuskan untuk menunda mimpi pribadinya untuk sesuatu yang beliau anggap sedang urgent dan lebih penting. Entah sampai kapan. Teman SMA juga begitu. Sampai akhirnya ia lewatkan berbagai kesempatan meraih emas olimpiade yang sudah lama ia geluti. Bahkan sejak SD. Demi satu hal yang, urgent dan penting. Dan sampailah aku di sini... Di teng...